RSS

Contoh Video Konseling Gestalt (Kursi Kosong)

Teknik kursi kosong adalah suatu cara untuk mengajak klien agar mengeksternalisasikan introyeksinya. Dalam teknik ini dua kursi diletakkan di tengah ruangan. Konselor meminta klien duduk di kursi yang satu dan meminkan peran sebagai top dog, kemudian berpisah ke kursi lain menjadi under dog. Dialog bisa dilangsungkan diantara kedua sisi klien. Melalui teknik ini introyeksi-introyeksi bisa dimunculkan ke permukaan, dank lien bisa mengalami konflik lebih penuh. Konflik bisa diselesaikan melalui permainan dan integrasi kedua sisi kepribadian klien. Teknik ini membantu klien agar bisa berhubungan dengan perasaan atau sisi fari dirinya sendiri yang diingkarinya; klien mengintensifkan dan mengalami secara penuh perasaan-perasaan yang bertentangan, ketimbang hanya membicarakannya. Selanjutnya dengan membantu kien untuk menyadari perasaan adalah bagian dari yang sangat nyata, teknik ini mencegah klien memisahkan perasaan. Teknik ini juga bisa membantu klien untuk mengetahui introyeksi-introyeksi parental yang tidak menyenangkan. Contohnya, mungkin klien berkata, “Itu kedengarannya mirip dengan apa yang dikatakan oleh ayah  saya terhadap saya!” introyeksi-introyeksi parental dapat menyebabkan permainan “menyiksa diri”terus berlangsung selama klien mempertahankan perintah-perintah orang tuanya yang digunakan untuk menghukum dan mengendalikan diri sendiri.
Berikut ini salah satu contoh pendekatan konseling gestalt menggunakan teknik kursi kosong

Artikel Kepribadian




KEPRIBADIAN

Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.
Ø  Kepribadian secara umum
Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.
Ø  Kepribadian menurut Psikologi
Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi saya akan menggunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.
Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.
Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.
Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil kesamaan sbb(E. Koswara):
1.      sebagian besar batasan melukiskan kerpibadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita.
2.      Sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari setiap individu ternyatakan. Dan melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang.
3.      Sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian dari sudut “sejarah hidup”, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut teoris kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetic atau biologis, pengalaman-pengalaman social, dan perubahan lingkungan. Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan.

Pendekatan Konseling Client-Centered



Terapi  yang berpusat kepada pribadi sering disebut juga terapi yang berpusat pada klien, konseling teori diri (self theory) atau terapi Rogerian. Disebut sebagai terapi Rogerian karena Carl Ransom Roger merupakan pelopor sekaligus tokoh konseling. Carl R. Rogers dilahirkan pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak Park Illionis. Berbeda dengan psikologi behaviorisme, Carl Rogers lebih menekankan pentingnya relasi antarpribadi dengan sikap saling menghargai dan tanpa prasangka (antara klien dan terapis) dalam individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya serta dalam mempermudah perkembangan kepribadian. untuk lebih jelasnya lihat disini
Rencana Pelaksanaan Layanan
Sebelum memasuki ruangan, seorang guru perlu mempunyai pegangan, salah satunya yaitu RPL lanjutkan membaca

memanjakan anak

 Pengertian Keluarga Yang Terlalu Memanjakan Anak

Memanjakan anak adalah suatu sikap orangtua yang selalu mengalah pada anaknya, membatalkan perintah, petunjuk atau penolakan hanya karena anak menjerit, menentang/membantah, misalnya seorang ayah melarang anaknya pergi, larangan itu membuat anak menangis atau merengek dengan tujuan, supaya diperbolehkan pergi. Untuk menghentikan tangis si anak, ayah mengalah dan memperbolehkan anaknya pergi. Tingkah laku anak seperti itu disebut manja, dan sikap orangtua yang tidak konsisten dengan perintahnya hanya karena anak menangis atau merengek termasuk sikap memanjakan anak.
untuk lebih lengkapnya klik disini